Tekan Stunting Sejak Dini, Pemkab Brebes Salurkan Bantuan Gizi untuk 300 Balita

Pemerintah Kabupaten Brebes terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi yang sehat dan cerdas. Sebagai langkah konkrit menekan angka stunting, Pemkab Brebes menyalurkan bantuan pangan bergizi guna memastikan kecukupan gizi anak-anak di wilayah tersebut. Penyerahan Bantuan Penurunan Stunting serta Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) ini dilakukan langsung oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, kepada para keluarga penerima manfaat di Balai Desa Wanatirta dan Balai Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, pada Rabu (15/7/2026). Dalam program intervensi gizi ini, sebanyak 300 balita di kedua desa tersebut menerima paket bantuan berupa telur, susu, beras Fortivit, dan beras CPPD. Penyaluran bantuan dirancang dalam dua tahap sepanjang semester ini untuk menyasar balita yang berisiko stunting. Paramitha menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak sejak dini adalah investasi jangka panjang yang sangat krusial bagi kemajuan daerah. Anak-anak yang tumbuh dengan sehat memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, belajar dengan baik, dan menggapai cita-cita mereka. “Anak-anak merupakan masa depan Brebes. Memastikan kesehatan dan kecukupan gizi mereka adalah tugas kita bersama. Dari keluarga yang sehat, akan lahir generasi yang cerdas dan berdaya saing,” tutur Paramitha. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dampak stunting tidak sekadar persoalan fisik atau tinggi badan, melainkan juga memengaruhi perkembangan otak, daya pikir, tingkat kesehatan, hingga produktivitas anak di masa depan. Oleh karena itu, penanganan stunting memerlukan peran aktif seluruh elemen, mulai dari tingkat pemerintah hingga lingkup keluarga. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi gizi harian balita agar mereka tumbuh aktif dan sehat. Selain penyerahan bantuan, Paramitha mengimbau para orang tua untuk konsisten menjaga pola asuh dan kesehatan buah hati. Hal ini dapat dilakukan melalui pemberian ASI eksklusif, penyediaan MPASI kaya protein hewani, rutin memeriksakan anak ke Posyandu, melengkapi imunisasi dasar, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar. “Keberhasilan pencegahan stunting sangat ditentukan oleh peran keluarga. Mari kita kawal bersama tumbuh kembang anak agar lahir generasi yang siap membangun Brebes,” tambahnya. Bupati juga menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara perangkat daerah, tenaga medis, kader Posyandu, jajaran kecamatan dan desa, hingga masyarakat luas dalam mempercepat penurunan angka stunting. Melalui kolaborasi berkesinambungan ini, Pemkab Brebes optimistis target penurunan stunting dapat tercapai. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul demi mewujudkan Brebes Beres serta mendukung visi Indonesia Emas 2045. Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Brebes Ineke Tri Sulistyowaty, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Hendri Adi Komara, Kepala DP3KB Brebes Eni Listiana, Camat Paguyangan Koko Kusnanto, jajaran Forkopimcam, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta warga penerima manfaat.
Wujudkan “Brebes Beres!”: Wakil Bupati Brebes Tinjau Program RTLH di Luwunggede dan Slatri

Brebes – Wakil Bupati Brebes, Wurja SE, turun langsung meninjau lokasi penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Luwunggede dan Desa Slatri, Kecamatan Larangan, pada Rabu (12/3/2025) sore. Dalam kunjungannya, Wurja didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes, Dani Asmoro ST MT, beserta jajaran Dinperwaskim. “Kunjungan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati Brebes yang bertajuk ‘Brebes Beres!’, dengan fokus utama pada upaya ‘Mberesi Omah Ora Layak Huni’ (Memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni), yang digagas oleh Dinperwaskim Kabupaten Brebes,” ujar Wurja. Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau rumah milik Nur Rohman di RT 03/RW V Desa Luwunggede dan rumah Warli di RT 10/RW II Desa Slatri. Keduanya merupakan penerima manfaat program RTLH, yang telah memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah agar layak huni. Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Masyarakat Wabup Wurja menegaskan bahwa program RTLH bertujuan untuk memberikan hunian yang layak bagi warga kurang mampu sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Program ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masyarakat. Setiap warga Brebes berhak memiliki tempat tinggal yang layak,” tegasnya. Senada dengan Wabup, Kepala Dinperwaskim Brebes Dani Asmoro menuturkan bahwa program RTLH menjadi salah satu prioritas utama dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Brebes. “Kami berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” jelas Dani. Ungkapan Rasa Syukur dari Warga Nur Rohman, salah satu penerima manfaat di Desa Luwunggede, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. “Rumah saya yang sebelumnya tidak layak huni kini sudah diperbaiki dan jauh lebih nyaman. Terima kasih kepada pemerintah yang telah peduli dengan kondisi kami,” ujarnya penuh haru. Hal yang sama disampaikan oleh Warli dari Desa Slatri. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. “Alhamdulillah, rumah kami kini lebih layak untuk ditinggali. Terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Brebes atas kepeduliannya,” ungkapnya. Penyerahan Bantuan di Kecamatan Wanasari Sebelumnya, pada Senin (10/3/2025), Wakil Bupati Brebes Wurja bersama Kepala Dinperwaskim Brebes Dani Asmoro juga menyerahkan bantuan program Rehab Rumah dan Sanitasi Layak kepada Supardi dan Kusdoro di Desa Kupu, RT 02/RW II, Kecamatan Wanasari, Brebes. Brebes Beres! Menuju Brebes yang Lebih Layak Program RTLH di Kabupaten Brebes terus digalakkan sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di bidang perumahan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang menyentuh kebutuhan dasar warga, termasuk perbaikan rumah tidak layak huni. Turut hadir dalam kunjungan ini Kepala Bidang Perumahan Rakyat Moh Tolani SIP ST MT dan Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan Dedy Iman Wahyudin SIP MSi.
Peringatan HUT ke-53 Korpri: Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto untuk ASN

Brebes – Pj Bupati Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, menyampaikan pesan dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) saat menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Korpri. Acara yang digelar di Halaman KPT Brebes, Jumat (29/11/2024), ini dihadiri oleh para ASN yang penuh antusiasme untuk mendengarkan pesan penting tersebut. Dalam sambutannya yang dibacakan Pj Bupati, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar Korpri atas dedikasi dan loyalitasnya selama lebih dari setengah abad. “Terima kasih kepada Korpri yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. Saat ini, mari bersama mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Presiden melalui Pj Bupati Brebes. Transformasi Menuju Korps Pegawai ASN RI Presiden juga menyoroti penerbitan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menjadi tonggak penting transformasi Korpri menjadi Korps Pegawai ASN RI. Transformasi ini bertujuan untuk memperkuat jiwa korps ASN sebagai pemersatu bangsa. “Korpri harus menjadi satu-satunya organisasi yang menaungi ASN, agar tidak terjadi dualisme dalam pembinaan. Jadikan Korpri wahana mempercepat penyebaran informasi program pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya. Presiden juga mendorong Dewan Pengurus Korpri pusat dan daerah untuk kembali mengaktifkan program-program strategis organisasi. Selain itu, percepatan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Korpri diminta segera dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi seluruh ASN. Tujuh Arahan Penting Presiden untuk Korpri Dalam pidatonya, Presiden memberikan tujuh arahan penting sebagai pedoman bagi Korpri: Penghargaan dan Penutupan Upacara Pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Brebes secara simbolis menyerahkan Satyalancana Karya Satya kepada ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Selain itu, penghargaan pemenang lomba dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Awards Kabupaten Brebes juga diserahkan usai upacara. Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi ASN, tetapi juga motivasi untuk terus berkarya demi kemajuan bangsa. HUT ke-53 Korpri menjadi bukti bahwa ASN tetap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes Raih Juara Harapan 1 Lomba Paduan Suara HUT Korpri ke-53 Tahun 2024

Brebes — Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Brebes berhasil meraih Juara Harapan 1 pada Lomba Paduan Suara dalam rangka peringatan HUT Korpri ke-53 Tahun 2024. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 14 November 2024, bertempat di Aula Lantai 5 Kantor Pemerintahan Terpadu Kabupaten Brebes. Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwil Cam) Satuan Pendidikan (Satpendik) Brebes keluar sebagai Juara 1, mengungguli 19 peserta lainnya yang tampil dalam lomba panen300 tersebut. Penampilan yang memukau dari Korwil Cam Satpendik Brebes mengantarkannya meraih gelar juara utama, diikuti oleh juara-juara lainnya. Juara 2 diraih oleh Perumda Air Minum Tirta Baribis Brebes, dan juara 3 diraih oleh BAPENDA Brebes. Setda Brebes sendiri menempati posisi Juara Harapan 1, disusul oleh BPKAD Brebes sebagai Juara Harapan 2, dan DINKES Brebes sebagai Juara Harapan 3. Para pemenang akan mendapatkan piala, piagam, dan uang pembinaan yang akan diserahkan pada upacara peringatan Hari Korpri pada 29 November 2024 mendatang. Hadiah secara simbolis diserahkan oleh Pj Bupati Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, kepada para pemenang setelah pengumuman hasil lomba. Dalam sambutannya, Djoko Gunawan berharap agar lomba paduan suara ini dapat menginspirasi kekompakan para anggota Korpri Kabupaten Brebes. “Meski suara berbeda-beda, namun ketika disatukan dapat menghasilkan harmoni yang indah. Ini mencerminkan semangat Korpri yang makin kuat dan mampu bersinergi dalam mendukung kegiatan pemerintah daerah,” ujarnya. Proses penjurian lomba dilakukan dengan ketat oleh dewan juri yang terdiri dari Sritono Adi Purbaya, Lukman Suyanto, dan Rizki Matadi K. Hasil akhir menunjukkan kualitas penampilan yang luar biasa dari seluruh peserta, terutama dari Korwil Cam Satpendik Brebes yang berhasil menyabet gelar juara utama.
Tim ‘Pecel Lele’ Setda Brebes Raih Juara 1 dan Peserta Terfavorit di Lomba Gerak Jalan Variasi & Kreasi HUT Korpri ke-53

Brebes — Dengan kostum unik dan gerakan yang penuh kreativitas, regu Persatuan Cewek Lemu-lemu (Pecel Lele) dari Setda Brebes berhasil memukau para juri dan penonton, hingga meraih Juara 1 sekaligus menjadi peserta terfavorit dalam Lomba Gerak Jalan Variasi dan Kreasi yang digelar untuk memperingati HUT Korpri ke-53. Lomba ini berlangsung meriah di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes, Rabu, 13 November 2024. Penampilan tim ‘Pecel Lele’ yang kocak dan personilnya yang gemoy berhasil mengalahkan 10 tim lainnya dalam kompetisi ini. Antusiasme dan kreativitas yang ditunjukkan tim Setda Brebes tidak hanya menghibur, tetapi juga menonjolkan semangat kebersamaan dan sportivitas. Dalam sambutannya saat membuka acara, Pj. Bupati Brebes menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya lomba ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental para anggota Korpri. “Pada hari ini, kita berkumpul dalam Lomba Gerak Jalan Variasi dan Kreasi, yang merupakan kegiatan penuh makna dalam menjaga semangat kebersamaan, kreativitas, dan kekompakan antar anggota Korpri,” ucap Pj. Bupati. Pj. Bupati menambahkan, rangkaian kegiatan HUT Korpri tahun ini telah meliputi berbagai acara menarik dan akan terus berlanjut hingga akhir bulan. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan termasuk Lomba ASN Teladan dan Donor Darah. Selanjutnya, akan ada Lomba Paduan Suara Mars Korpri, kunjungan ke panti asuhan, senam massal, dan puncaknya pada 29 November dengan upacara bendera serta ziarah ke Taman Makam Pahlawan. “Pada 30 November nanti, kegiatan HUT Korpri akan ditutup dengan bakti sosial berupa operasi katarak di RSUD Brebes,” lanjutnya. Pj. Bupati menekankan bahwa semua rangkaian acara ini menunjukkan dedikasi Korpri dalam meningkatkan kesejahteraan anggota serta kepedulian terhadap masyarakat. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh kegiatan HUT Korpri. “Semangat kebersamaan adalah inti dari peringatan HUT Korpri. Korpri bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah keluarga besar yang memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta menjadi pelopor inovasi dan efisiensi di lingkungan kerja masing-masing,” tutup Pj. Bupati dengan penuh semangat.
Semangat Pahlawan dan Kecintaan pada Negeri sebagai Pilar Penguat Persatuan

Di tengah situasi global yang sulit diprediksi, meneladani pahlawan dan mencintai tanah air menjadi kunci dalam mengubah sikap masyarakat. Hal ini dapat memperkuat jalinan kesetiakawanan, mempererat persatuan dan solidaritas, serta menghidupkan kembali nilai-nilai sosial persaudaraan di antara sesama anak bangsa. “Sebagai anak bangsa, khususnya putra daerah Brebes, kita harus mampu menerapkan semangat perjuangan para pahlawan dengan meneladani keteladanan mereka, sehingga menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam pada negeri kita,” ujar Pj Bupati Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Alun-Alun Brebes, Minggu (10/11/2024). Dalam amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, yang dibacakan oleh Pj Bupati, disampaikan bahwa proses perjuangan untuk membangun bangsa terus berubah bentuk dari waktu ke waktu, seiring perubahan lingkungan strategis Indonesia. Setiap masa menghadirkan tantangan, peluang, kekuatan, dan keterbatasan yang berbeda. “Di masa penjajahan, kepahlawanan diwujudkan melalui semangat mendobrak dan meruntuhkan struktur kolonialisme. Saat ini, kepahlawanan diwujudkan dengan mengatasi kultur dan struktur kemiskinan serta kebodohan yang menjadi akar permasalahan sosial di Indonesia,” jelas Saifullah Yusuf. Menurutnya, semangat kepahlawanan harus dihidupkan dalam semangat membangun bangsa, menciptakan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan perlindungan sosial sepanjang hayat. Kemajuan bangsa bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonominya, tetapi juga dari kemampuannya dalam mengelola persoalan sosial. “NKRI bukan hanya untuk saat ini, tetapi untuk masa depan sebagai rumah bersama hingga akhir hayat. Ini membuka kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan yang terbaik, menjadikan NKRI sebagai bangsa yang bermartabat di kancah global,” tegasnya. Gus Ipul berharap akan muncul sosok-sosok pahlawan masa kini yang mampu memberikan pencerahan, harapan, dan tindakan terhormat untuk membawa bangsa Indonesia maju di berbagai bidang kehidupan. Hal tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa terkecuali. “Semoga pada setiap momen peringatan Hari Pahlawan, lahir semangat baru dan inovasi yang mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan sesuai tantangan zaman,” tutupnya. Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda Brebes, anggota DPRD Brebes, Pj Sekda Brebes, staf ahli bupati, asisten setda, pimpinan OPD, camat, TP PKK, serta peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pelajar.
Brebes Gelar Program Makan Bergizi Gratis untuk Ribuan Anak SD: Upaya Tekan Angka Stunting

Ribuan anak sekolah dasar di Brebes tampak penuh sukacita saat menerima makanan sehat dan bergizi dari Pemerintah Kabupaten Brebes. Sebanyak 1.932 siswa tersenyum bahagia mengikuti peluncuran program uji coba makan bergizi gratis bagi anak sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen serius dalam mengurangi angka stunting di Kabupaten Brebes. Pj. Bupati Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, secara resmi meluncurkan program tersebut di SDN Banjaranyar 01, Kecamatan Brebes, pada Sabtu (9/11/2024). Menurut Pj. Bupati, Kabupaten Brebes dipilih sebagai proyek percontohan karena memiliki potensi besar dalam menurunkan angka stunting. “Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap gizi anak dan membantu menurunkan angka stunting di Brebes,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa transparansi dan kebersihan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program. Proses lelang dilakukan secara terbuka, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sudah memeriksa dapur serta proses pemasakan. Program ini menggunakan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan pagu Rp 750 juta. “Anggaran sebesar Rp 750 juta ini dialokasikan untuk memberikan makanan bergizi senilai Rp 15 ribu per siswa,” jelas Pj. Bupati. Menu makanan yang disediakan telah dijamin kebersihannya dengan label waktu konsumsi maksimal untuk menjaga kesegarannya. Uji coba program ini akan berlangsung selama 25 hari di 12 sekolah dasar, diawasi langsung oleh Dinas Kesehatan Brebes, Puskesmas Brebes, dan Puskesmas Kalimati, dengan melibatkan total 1.932 siswa. “Kami berharap program ini mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Brebes hingga mencapai 14%. Jika uji coba ini sukses, kami akan mengupayakan anggaran khusus untuk program berkelanjutan pada tahun 2025,” tambah Pj. Bupati. Penyediaan makanan bergizi disesuaikan dengan jadwal siswa. Untuk kelas 1-3, makanan disajikan pada jam istirahat pukul 10.00 WIB, sementara kelas 4-6 mendapatkannya pukul 12.00 WIB. Pada hari Jumat dan Sabtu, makanan diberikan secara serentak pada pukul 10.00 WIB. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Rahayuningtyas, menyampaikan bahwa program serupa akan diuji coba di Kabupaten Kebumen dan Wonosobo, dengan target 2.000 anak per kabupaten. “Uji coba ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan kelayakan program, sehingga pada tahun 2025 kami bisa memiliki praktik terbaik untuk implementasi program makan bergizi gratis yang lebih luas dan terstruktur,” ujar Yuni. Program ini juga sejalan dengan prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem dan stunting. Saat ini, prevalensi stunting di Brebes mencapai 21,6 persen, Wonosobo 29,2 persen, dan Kebumen 21,9 persen. Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, mengungkapkan bahwa pelajar yang terlibat dalam program ini berjumlah 1.932 anak dari 12 sekolah, termasuk SDN Banjaranyar 01, 03, 04, 05; SDN Kalimati 02; serta beberapa sekolah di Krasak dan Lembarawa, serta Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Selama 25 hari uji coba, siswa akan menerima makanan dengan menu yang dirancang oleh ahli gizi. Sebelum program dimulai, kondisi kesehatan pelajar diperiksa. Setelah uji coba selesai, mereka akan diperiksa kembali untuk melihat perubahan pada berat dan tinggi badan. “Kesehatan pelajar akan dipantau sebelum dan sesudah uji coba. Ahli gizi juga dilibatkan untuk menentukan menu yang sesuai,” tambah Ineke. Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Pj Ketua TP PKK Kabupaten Brebes Ny Sri Amini Djoko Gunawan, jajaran Forkopimda Brebes, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, serta berbagai pemangku kepentingan dari Kabupaten Brebes. Dengan peluncuran ini, diharapkan Kabupaten Brebes dapat menjadi contoh dalam upaya meningkatkan gizi anak sekolah sekaligus menurunkan angka stunting secara efektif.
Kampung Purba di Desa Galuh Timur, Brebes: Calon Destinasi Wisata Sejarah dan Ilmu Pengetahuan

Kampung Purba di Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, kini menjadi sorotan setelah ditemukannya situs dan artefak prasejarah di Kalijurang, yang diperkirakan berusia jutaan tahun dan lebih tua dari Situs Sangiran. Pemerintah Kabupaten Brebes serius mengupayakan pengembangan desa ini sebagai destinasi wisata unggulan. Sebagai langkah awal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes bersama penduduk, pelestari, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) mengadakan dialog di Desa Galuh Timur pada Kamis, 31 Oktober 2024. Penjabat (Pj) Bupati Brebes, Ir Djoko Gunawan MT, menyatakan bahwa pemerintah telah membangun Museum Purba di Desa Galuh Timur dan memperbaiki infrastruktur untuk memudahkan akses pengunjung. Djoko juga mengapresiasi semangat para pelestari dan Pokdarwis yang mengembangkan Batik Kampung Purba sebagai produk lokal unggulan. “Saya mengapresiasi semangat dan dedikasi teman-teman relawan yang ingin mewujudkan Kampung Purba sebagai destinasi wisata unggulan,” ujar Djoko. Selain Kampung Purba, wisatawan juga dapat menikmati destinasi Maribaya yang menyajikan wisata peternakan Sapi Jabres. Di lokasi ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang membangun pusat penelitian yang diharapkan dapat mendukung potensi wisata ilmiah di kawasan Brebes. Kepala Dinbudpar Kabupaten Brebes, Drs Eko Supriyanto MSi, menegaskan bahwa dengan segala potensi yang dimiliki, Kampung Purba dapat menjadi wisata unggulan Kabupaten Brebes yang dikenal hingga internasional. Pemerintah pusat diharapkan dapat mendukung perkembangan destinasi ini. Dalam pertemuan tersebut, para pelestari dan Pokdarwis mengungkapkan berbagai kendala dalam pengembangan wisata ini, meski potensi yang ada sangat menjanjikan. Kawasan ini memiliki banyak fosil manusia, hewan, dan tumbuhan purba. Salah satu temuan paling menarik adalah fosil Gajah Purba Sinomastodon Bumiajuensis dan Homo Erectus, yang menarik minat para peneliti dari dalam dan luar negeri. Harapannya, Kampung Purba dapat berkembang menjadi geopark dan pusat penelitian arkeologi. Dalam kunjungan ini, Pj Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Camat Tonjong, dan Kepala Desa Galuh Timur. Mereka juga meninjau koleksi fosil di Museum Kampung Purba, yang menjadi bukti sejarah prasejarah di tanah Brebes.
